Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom Hadirkan Teknologi Rumah Kaca Pintar untuk Warga Baleendah

Bandung – Warga RT 05 RW 24 Komplek Mekarsari Endah, Baleendah, Kabupaten Bandung, kini bisa menanam bibit penghijauan dengan lebih mudah. Berkat kehadiran rumah kaca pintar berbasis teknologi Arduino yang dihadirkan oleh tim dosen Telkom University, kegiatan berkebun tidak lagi merepotkan.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada November hingga Desember 2025 ini menghadirkan solusi cerdas bagi warga yang sibuk bekerja namun ingin tetap berkebun. Sistem penyiraman otomatis yang dirancang membuat tanaman tetap terawat meskipun pemiliknya sedang tidak di rumah.

Rumah Kaca Canggih dengan Sistem Otomatis

Burhanuddin Dirgantoro, Ketua Tim Pelaksana dari Telkom University menjelaskan, sistem ini dirancang khusus untuk memudahkan warga dalam merawat bibit tanaman. “Rumah kaca ini dilengkapi dengan sistem penyiraman otomatis yang bekerja pada waktu-waktu tertentu. Jadi warga tidak perlu khawatir tanamannya tidak disiram saat mereka pergi kerja,” ungkapnya saat serah terima sistem pada 31 Desember 2025.

Rumah kaca berukuran 8 meter persegi ini dibangun menggunakan rangka pipa PVC yang kuat dan dilapisi plastik UV untuk melindungi tanaman dari hama dan serangga. Yang membuatnya istimewa adalah panel kontrol berbasis mikrokontroler Arduino yang mengatur pompa air dan pencahayaan secara otomatis.

Antusiasme Tinggi dari Warga

Hadi Purnomo, Ketua RT 05 RW 24, menyambut baik program ini. “Ini sangat membantu sekali. Banyak warga kami yang senang berkebun tapi kesulitan karena harus bekerja. Dengan sistem ini, tanaman tetap tumbuh subur dengan perawatan minimal,” katanya.

Dalam acara serah terima yang dihadiri 32 warga tersebut, terlihat antusiasme tinggi dari masyarakat. Mereka aktif bertanya tentang cara kerja sistem dan kemungkinan pengembangannya di masa depan.

Tim Telkom University menjelaskan cara kerja sistem kepada warga

Teknologi Sederhana dengan Manfaat Besar

Sistem yang dibangun menggunakan komponen Arduino ini bekerja dengan cara memantau waktu dan mengaktifkan pompa air pada jadwal yang telah ditentukan – pagi dan sore hari. Selain itu, lampu akan menyala otomatis di malam hari untuk menjaga keamanan area rumah kaca.

“Kami merancangnya sesederhana mungkin agar mudah digunakan dan dirawat oleh warga. Tidak perlu keahlian khusus untuk mengoperasikannya,” tambah Burhanuddin.

Selain rumah kaca, disediakan juga area penyimpanan untuk tanaman dewasa yang sudah cukup kuat untuk ditempatkan di luar. Area ini didesain sedemikian rupa sehingga tetap terjangkau oleh sistem penyiraman otomatis.

Rumah kaca pintar dengan tanaman yang tumbuh subur

Kepuasan Hampir 100%

Berdasarkan survei yang dilakukan setelah kegiatan, tingkat kepuasan masyarakat mencapai hampir 100%. Warga menyatakan sangat setuju bahwa program ini bermanfaat dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang.

“Kami juga sudah mendaftarkan sistem ini ke Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Harapannya, sistem ini bisa menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain,” ujar Burhanuddin.

Rencana Pengembangan

Tim pelaksana tidak berhenti di sini. Berdasarkan masukan warga, ke depannya akan dikembangkan sistem serupa untuk membantu penyiraman tanaman di rumah-rumah warga. Bahkan ada rencana untuk mengembangkan sistem pemantau keamanan, mengingat kebutuhan warga akan keamanan lingkungan.

“Kami mencatat semua masukan dari warga. Banyak yang tertarik dengan sistem penyiraman otomatis untuk tanaman di rumah masing-masing. Ini akan kami jadikan bahan pertimbangan untuk program pengabdian selanjutnya,” tutup Burhanuddin.

Program pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa teknologi tidak harus rumit untuk memberikan manfaat nyata. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi sederhana bisa menjadi solusi untuk permasalahan sehari-hari masyarakat.


Tentang Lokasi RT 05 RW 24 Baleendah terletak di Komplek Mekarsari Endah, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, sekitar 5 km dari Universitas Telkom. Wilayah ini berjarak 500 meter dari sungai Citarum dan dihuni oleh 52 rumah tangga dengan sebagian besar kepala keluarga adalah pekerja aktif.

Kontak Informasi Untuk informasi lebih lanjut tentang program pengabdian masyarakat Telkom University, dapat menghubungi School of Computing Telkom University.

Pengabdian Masyarakat: Implementasi Tenaga Surya untuk Penerangan Jalan di Puri Cikoneng Indah

Kabupaten Bandung – Melalui program pengabdian kepada masyarakat, sistem penerangan jalan berbasis energi surya resmi diterapkan untuk menjawab persoalan minimnya pencahayaan lingkungan yang selama ini menjadi keluhan warga di Perumahan Puri Cikoneng Indah, Desa Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi S1 Teknik Komputer, Telkom University sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tim pengabdian terdiri dari Dr. Reza Rendian Septiawan, S.Si., M.Si., M.Sc.Ardiansyah Ramadhan, S.T., M.T., serta Ashri Dinimaharawati, S.Pd., M.T.

Sebelum program ini dijalankan, kawasan permukiman yang dihuni 48 kepala keluarga atau sekitar 185 jiwa tersebut memiliki keterbatasan penerangan pada malam hari. Kondisi jalan yang gelap tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga menurunkan rasa aman, terutama bagi anak-anak, perempuan, dan warga yang masih beraktivitas di malam hari.

Melalui pemasangan lampu jalan tenaga surya yang dilengkapi panel surya, baterai penyimpanan energi, serta lampu hemat energi, kini lingkungan perumahan dapat menikmati pencahayaan yang stabil tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional. Selain ramah lingkungan, sistem ini juga dinilai efisien secara ekonomi karena memiliki biaya operasional yang rendah.

“Kami tidak hanya memasang, tetapi juga mentransfer pengetahuan kepada warga agar mampu mengelola dan merawat sistem ini secara mandiri,” ujar salah satu anggota tim pengabdian. Pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program, di mana warga dilibatkan sejak tahap perencanaan, pemasangan, hingga pembentukan kelompok pengelola penerangan lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 3 Desember 2025, ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga merasakan langsung dampak perubahan lingkungan yang lebih terang, aman, dan nyaman. Aktivitas sosial malam hari pun menjadi lebih hidup, sementara potensi risiko kecelakaan dan gangguan keamanan dapat ditekan.

Lebih dari sekadar penerangan, program ini juga sejalan dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau)SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 13 (Aksi Iklim). Pemanfaatan energi surya menjadi langkah konkret dalam mendorong transisi menuju energi bersih di tingkat komunitas.

Keberhasilan program penerangan berbasis energi surya di Puri Cikoneng Indah diharapkan dapat menjadi model inspiratif yang dapat direplikasi di wilayah lain. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini membuktikan bahwa inovasi teknologi, ketika diterapkan secara tepat, mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.

S1 Teknik Komputer Universitas Telkom Dampingi Digitalisasi Perpustakaan SD Binekas Secara Bertahap dan Berkelanjutan

Transformasi digital di bidang pendidikan dasar membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga tepat guna dan berkelanjutan. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom mengembangkan dan mengimplementasikan sistem perpustakaan digital berbasis web di SD Binekas, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.

Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

Program ini dilaksanakan secara bertahap sejak September hingga Desember 2025 dengan tujuan menghadirkan solusi teknologi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kegiatan pengabdian tidak hanya berfokus pada pengembangan sistem, tetapi juga pada proses pendampingan agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh pihak sekolah.

Identifikasi Kebutuhan sebagai Dasar Pengembangan Sistem

Kegiatan diawali pada awal September 2025 melalui observasi dan diskusi langsung dengan pihak SD Binekas. Pada tahap ini, tim dosen S1 Teknik Komputer Universitas Telkom mengidentifikasi bahwa pengelolaan perpustakaan masih dilakukan secara manual, baik dalam pencatatan koleksi buku maupun layanan peminjaman dan pengembalian. Kondisi tersebut menyulitkan pemantauan ketersediaan buku serta berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi.

Berdasarkan temuan tersebut, tim pengabdian melakukan analisis kebutuhan dari sudut pandang rekayasa sistem dan pengelolaan data. Analisis ini menjadi dasar perancangan sistem perpustakaan digital yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan karakteristik sekolah dasar.

Gambar 2. Identifikasi dan Analisis Kebutuhan Mitra dengan Observasi dan Wawancara Langsung 

Program pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Surya Michrandi Nasution, S.T., M.T. selaku Ketua Tim Pengabdian sekaligus Ketua Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom, bersama Dr. Reza Rendian Septiawan, S.Si., M.Si., M.Sc. dan Angel Metanosa Afinda, S.Kom., M.Kom.

Menurut Dr. Surya Michrandi Nasution, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi S1 Teknik Komputer dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa digitalisasi perpustakaan bukan semata-mata persoalan teknologi, melainkan bagaimana teknologi dapat membantu sekolah mengelola literasi secara lebih tertata dan berkelanjutan.

Pembaruan Progres dan Keterlibatan Aktif Mitra

Setelah tahap analisis kebutuhan, tim dosen mulai mengembangkan sistem perpustakaan digital berbasis web secara bertahap. Sebagai bagian dari proses tersebut, pada 20 November 2025, tim Universitas Telkom melakukan kunjungan pembaruan progres ke SD Binekas. Pada kesempatan ini, tim memaparkan perkembangan sistem yang telah dibangun, termasuk tampilan antarmuka dan fitur utama yang akan digunakan oleh pengelola perpustakaan.

Pihak sekolah yang diwakili oleh Iyus Nurbaeti Yusup, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Binekas, memberikan masukan langsung terkait alur penggunaan sistem dan kebutuhan operasional perpustakaan sehari-hari. Masukan tersebut kemudian dijadikan dasar penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara penuh.

Gambar 2. Diskusi dan Pengambilan Masukan Mitra pada Tahap Pembaruan Progres Sistem

Ibu Iyus menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif sekolah dalam proses pengembangan sistem. Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini membuat sistem yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan mudah dioperasikan oleh pengelola perpustakaan.

Serah Terima Sistem dan Pelatihan Pengguna

Setelah melalui proses pengembangan dan penyempurnaan, sistem perpustakaan digital resmi diserahkan kepada pihak SD Binekas pada 16 Desember 2025. Kegiatan serah terima dan pelatihan dilaksanakan di lingkungan sekolah dan dihadiri oleh enam orang tim pengabdian Universitas Telkom serta tiga perwakilan dari SD Binekas, yaitu kepala sekolah dan 2 pustakawan.

Gambar 3. Dokumentasi Serah Terima Sistem dan Interaksi Tim Pengabdian dengan Mitra

Gambar 4. Proses Serah Terima Sistem Perpustakaan Digital kepada Pihak Sekolah Binekas

Pada kegiatan tersebut, tim dosen S1 Teknik Komputer memberikan pelatihan langsung terkait penggunaan sistem. Materi pelatihan mencakup proses login, pengelolaan data buku, pencatatan peminjaman dan pengembalian, serta pemantauan aktivitas perpustakaan melalui dashboard sistem. Pelatihan ini bertujuan memastikan bahwa pihak sekolah mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Fitur Sistem dan Pembagian Peran Pengguna

Sistem perpustakaan digital yang dikembangkan dilengkapi dengan berbagai fitur utama yang mendukung pengelolaan perpustakaan sekolah. Fitur tersebut meliputi manajemen koleksi buku, layanan peminjaman dan pengembalian, pencarian katalog buku, serta dashboard aktivitas perpustakaan. Seluruh fitur dirancang untuk memudahkan pengelola perpustakaan dalam mengelola data secara rapi dan terintegrasi.

Gambar 5. Beberapa Cuplikan Website Perpustakaan Binekas

Sistem ini dirancang dengan tiga jenis pengguna, yaitu admin, guru, dan siswa. Admin yang terdiri dari kepala sekolah dan pustakawan memiliki akses penuh terhadap pengelolaan data dan laporan. Guru dapat melakukan peminjaman serta memantau koleksi buku, sedangkan siswa dapat mengakses katalog buku dan informasi ketersediaan koleksi.

Pendekatan berbasis peran pengguna ini memastikan keamanan data sekaligus kemudahan penggunaan sistem sesuai dengan kebutuhan masing-masing pihak di sekolah.

Dampak dan Kontribusi Program Studi

Implementasi sistem perpustakaan digital memberikan dampak nyata bagi SD Binekas. Proses pencatatan koleksi dan transaksi menjadi lebih tertata, mudah ditelusuri, dan efisien dibandingkan dengan sistem manual sebelumnya. Selain itu, pihak sekolah memiliki data yang lebih akurat untuk memantau aktivitas literasi siswa.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom menunjukkan perannya dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan dasar. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya menghasilkan produk teknologi, tetapi juga meningkatkan kapasitas mitra dalam memanfaatkan teknologi informasi secara berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik dalam penerapan teknologi pendidikan di lingkungan sekolah dasar.

Tak Lagi Rumit, AI Kini Jadi Alat Bantu Guru SD Berkat Pelatihan dari Universitas Telkom

Bandung, Jawa Barat — Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan literasi teknologi yang masih menjadi tantangan di dunia pendidikan dasar. 

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, peningkatan kapasitas guru menjadi kunci agar transformasi digital di sekolah tidak berhenti pada aspek administratif semata, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Universitas Telkom melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi guru SD Negeri Cihanjaro, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih bermakna di jenjang sekolah dasar.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 26 Mei 2025 tersebut berfokus pada pemanfaatan AI generatif, khususnya ChatGPT, sebagai alat bantu guru dalam menyusun bahan ajar yang lebih inovatif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. 

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu guru menghemat waktu, memperkaya variasi pembelajaran, serta menyesuaikan materi ajar dengan karakteristik siswa.

Menjawab Tantangan Guru di Era AI

Ketua tim pengabdian, Dr. Astri Novianty, S.T., M.T., menjelaskan bahwa masih banyak guru sekolah dasar yang belum memiliki kesempatan mengikuti pelatihan teknologi pendidikan yang aplikatif, terutama terkait pemanfaatan AI.

Gambar 1. Mahasiswa Universitas Telkom bersama tim dosen mendampingi guru SD Negeri Cihanjaro saat sesi praktik penyusunan bahan ajar berbasis ChatGPT dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Senin (26/5/2025).

“Sebagian besar guru sebenarnya sangat terbuka terhadap teknologi. Tantangannya bukan pada kemauan, tetapi pada akses pelatihan yang relevan dan pendampingan yang kontekstual. AI sering dipersepsikan rumit, padahal jika dikenalkan dengan tepat, justru bisa sangat membantu guru,” ujar Bu Astri.

Hasil observasi awal tim menunjukkan bahwa guru SD Negeri Cihanjaro masih mengandalkan bahan ajar konvensional berupa buku teks dan perangkat ajar standar. 

Pemanfaatan teknologi digital di sekolah tersebut umumnya masih terbatas pada kebutuhan administratif, seperti pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Data kuesioner pra-pelaksanaan juga menunjukkan bahwa tingkat literasi AI guru masih berada pada kategori rendah hingga sedang. 

Nilai rata-rata pemahaman konsep dasar AI tercatat sebesar 2,73 dari skala 5, sementara kemampuan memanfaatkan ChatGPT untuk penyusunan bahan ajar berada di angka 2,36.

Pelatihan Berbasis Modul dan Praktik Nyata

Menjawab kondisi tersebut, tim dosen Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom, merancang pelatihan berbasis modul yang dikombinasikan dengan praktik langsung (hands-on). Tim dosen terdiri dari Dr. Astri Novianty, S.T., M.T., Angel Metanosa Afinda, S.Kom. M.Kom., I Kadek Nuary Trisnawan, S.T., M.T., dengan dukungan mahasiswa Universitas Telkom.

Gambar 2. Foto bersama tim dosen dan mahasiswa Universitas Telkom, Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer (HMTK), serta guru SD Negeri Cihanjaro usai pelatihan pemanfaatan AI dan ChatGPT di Kabupaten Bandung, Senin (26/5/2025). 

Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer (HMTK) Universitas Telkom melalui program CONNECTION, sebagai bentuk kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa yang terlibat antara lain Muhammad Alfi Syahrin, Muhammad Farrel Ahadi Tama, Raditya Ghifari Aljabbar, Salma Zanuba, dan Darryl Satria Wibowo.

Menurut Angel Metanosa Afinda, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga terlibat langsung melihat kondisi pendidikan di lapangan. Ini menjadi pengalaman sosial dan profesional yang sangat penting bagi mereka,” ujarnya.

Guru Hasilkan Bahan Ajar Berbasis ChatGPT

Pelatihan diawali dengan pengenalan konsep dasar AI, perbedaan AI dengan mesin pencari konvensional, serta pembahasan etika dan batasan penggunaan AI dalam pendidikan dasar. 

Gambar 3. Guru SD Negeri Cihanjaro mengikuti sesi praktik penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu penyusunan bahan ajar dalam pelatihan AI yang diselenggarakan Universitas Telkom di Kabupaten Bandung, Senin (26/5/2025).

Selanjutnya, guru dilatih menyusun prompt yang tepat untuk menghasilkan materi pembelajaran, soal latihan, dan aktivitas kelas menggunakan ChatGPT.

Guru-guru dari berbagai latar belakang mata pelajaran, mulai dari guru kelas rendah hingga kelas tinggi, serta guru IPA, PPKN, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama terlibat aktif dalam sesi praktik.

Seluruh peserta berhasil menghasilkan minimal satu produk bahan ajar berbasis ChatGPT yang kemudian disunting dan diverifikasi agar sesuai dengan kurikulum dan karakteristik peserta didik.

Sekolah Apresiasi Dampak Nyata Pelatihan

Perwakilan SD Negeri Cihanjaro menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru bagi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.

Gambar 4. Perwakilan SD Negeri Cihanjaro menyampaikan apresiasi terhadap pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang digelar Universitas Telkom di Kabupaten Bandung, Senin (26/5/2025).

“Selama ini kami mengenal teknologi hanya sebatas administrasi. Melalui pelatihan ini, guru menjadi lebih percaya diri untuk menggunakan teknologi sebagai alat bantu mengajar, bukan sekadar pelengkap,” ujar perwakilan pihak sekolah.

Menurut pihak sekolah, pendekatan pelatihan yang praktis dan kontekstual membuat guru lebih mudah memahami cara kerja AI tanpa merasa terbebani oleh istilah teknis yang rumit.

Dampak Terukur pada Kompetensi Guru

Hasil evaluasi pasca-pelaksanaan menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan. Pemahaman konsep dasar AI meningkat dari 2,73 menjadi 3,91, sementara kemampuan memanfaatkan ChatGPT dalam penyusunan bahan ajar meningkat dari 2,36 menjadi 3,91. Indikator peningkatan kemampuan menyusun bahan ajar bahkan memperoleh nilai maksimal, yaitu 5,00.

Selain peningkatan keterampilan teknis, guru juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mencoba teknologi baru serta pemahaman yang lebih baik terkait etika dan risiko penggunaan AI dalam pembelajaran.

Gambar 5. Tim dosen Universitas Telkom menyampaikan materi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan ChatGPT kepada guru SD Negeri Cihanjaro dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Bandung, Senin (26/5/2025).

“AI tidak menggantikan peran guru. Guru tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam pembelajaran, sementara AI berfungsi sebagai alat bantu,” tegas I Kadek Nuary Trisnawan.

Dorong Model Kolaboratif Berkelanjutan

Universitas Telkom berharap model kolaborasi dosen–mahasiswa–sekolah ini dapat direplikasi di sekolah dasar lain, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses pengembangan profesional guru. 

Dengan pendekatan yang praktis dan kontekstual, pemanfaatan AI diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Upaya ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menuntut pembelajaran lebih adaptif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik.

Seminar Parenting: Memahami Pola Asuh Anak di Era Digital

Kegiatan Seminar Parenting yang diselenggarakan oleh Telkom University, berlangsung pada tanggal 28 Mei 2025 di SDN Cihanjaro, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Seminar ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bekerja sama dengan Connection (Computer Engineering Community Service Organization), sebuah organisasi mahasiswa S1 Teknik Komputer  yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat. Kegiatan ini mempertemukan wali murid, guru, dan psikoedukator dan konselor (non-klinis) dari Telkom University untuk mendalami pola asuh yang tepat, memperkuat peran keluarga dalam mendampingi anak menghadapi tantangan era digital, serta mendorong keberlanjutan edukasi parenting di lingkungan desa.

Sesi materi dipandu oleh dosen dan praktisi dari Telkom University. Materi utama mengulas pentingnya pola asuh dalam pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis anak, tantangan pengasuhan di lingkungan desa, serta urgensi komunikasi positif dalam keluarga. Narasumber memaparkan tiga tipe pola asuh yaitu otoriter, permisif, dan demokratis, beserta dampak masing-masing pada perkembangan anak. Peserta diberikan wawasan tentang perilaku orang tua dalam membangun rasa percaya diri dan aman pada anak, serta penekanan agar menghindari kata-kata kasar dalam pengasuhan.

Sesi Interaktif

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialog dan diskusi. Peserta secara aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik pengasuhan sehari-hari, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas kendala personal di rumah maupun lingkungan sekolah. Diskusi juga menyoroti pentingnya pelibatan komunitas dan guru sebagai jaringan pendukung dalam pengasuhan anak yang sehat. Fasilitator membantu peserta menemukan strategi komunikasi efektif dan teknik membangun aturan yang konsisten di lingkungan keluarga.

Sesi Praktik dan Tips Parenting

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan praktik langsung teknik komunikasi dan tips pola asuh modern, seperti:

  • Mendengarkan anak dengan empati.
  • Meluangkan waktu untuk bonding.
  • Memberikan pelukan dan kata sayang.
  • Berkomunikasi tanpa kekerasan; menanamkan kebiasaan mengucapkan apresiasi (“Ibu/Bapak bangga padamu, Nak”).
  • Menjadi contoh perilaku yang baik.
  • Keterlibatan keluarga dalam penanaman etika digital di era penggunaan internet anak.

Kesimpulan

Seminar ini mendapat sambutan positif dari para orang tua dan guru. Program pengabdian masyarakat Telkom University di SDN Cihanjaro, yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat dan Connection (Raissa Azaria Arief, S.Psi., M.Si., F. M. Dirgantara, S.T., M.T., M. Darfyma Putra, S.T., M.T., Rahmanda Afebrio Yuris Soesatyo, Ajrina Daniella Prasanti, Zahrani Cahya Priesa, Bimo Indra Djati, Winda Febriani Putri, Alvin Virajaya, Rihanah Isti Paiyah, dan Abdul Fadli Kalaloi, S.IKom., M.A.,) dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam mengedukasi praktik parenting dan pola asuh sehat. Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa Telkom University turut mengabdikan ilmu di bidang pendidikan dan teknologi, sesuai dengan misi Connection sebagai wadah pengabdian masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat dijalankan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan anak demi generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing.

Telkom University Kembangkan Sistem Pelaporan Digital di Sekolah Binekas: Menjawab Tantangan Kurikulum Merdeka dengan Teknologi Inovatif

Dalam dunia pendidikan yang terus berubah, teknologi tidak lagi hanya menjadi pelengkap, melainkan telah menjelma sebagai fondasi dalam membangun ekosistem belajar yang adaptif dan tangguh.  

Di tengah semangat implementasi Kurikulum Merdeka, Telkom University, melalui Program Studi S1 Teknik Komputer, melangkah lebih jauh dengan menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi informasi yang menyentuh langsung kebutuhan pendidikan dasar.  

Solusi ini diwujudkan dalam bentuk purwarupa sistem pelaporan nilai siswa berbasis web, yang dikembangkan khusus untuk mendukung kegiatan pembelajaran di Sekolah Binekas, Bandung Selatan. 

Membaca Tantangan Lapangan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka 

Kurikulum Merdeka yang diberlakukan secara nasional pada tahun 2024 menawarkan paradigma baru dalam pendidikan: lebih fleksibel, lebih kontekstual, dan lebih mengedepankan kebutuhan serta karakteristik lokal peserta didik.  

Namun dalam praktiknya, banyak sekolah mengalami kesulitan dalam memantau capaian pembelajaran (CP) siswa secara sistematis, cepat, dan akurat. Apalagi ketika proses pemantauan tersebut masih dilakukan secara manual atau semi-digital menggunakan spreadsheet atau platform penyimpanan file sederhana. 

Situasi inilah yang dialami oleh Sekolah Binekas. Meski tergolong progresif dan sudah terbiasa memanfaatkan layanan cloud seperti Google Docs dan Dropbox, sekolah ini belum memiliki satu platform terintegrasi yang mampu mendokumentasikan, merekap, dan menampilkan perkembangan belajar siswa secara visual dan mudah diakses. Akibatnya, kegiatan penting seperti evaluasi kurikulum, perbaikan pembelajaran, dan akreditasi seringkali terkendala oleh keterbatasan sistem informasi. 

Mengembangkan Solusi yang Berakar dari Kebutuhan Riil 

Berangkat dari kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Telkom University melakukan pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga kontekstual. Dalam beberapa sesi diskusi dan observasi, kebutuhan Sekolah Binekas digali secara mendalam untuk memastikan bahwa solusi yang dirancang benar-benar sesuai dengan dinamika harian para guru, staf kurikulum, dan manajemen sekolah. 

Hasilnya adalah sistem digital pelaporan nilai berbasis aplikasi web, yang memadukan user interface yang intuitif, integrasi data yang efisien, serta visualisasi hasil asesmen yang informatif. Sistem ini memungkinkan guru untuk memasukkan nilai-nilai asesmen secara berkala, mengaitkannya dengan indikator CP yang telah ditentukan, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk laporan digital yang bisa diakses oleh kepala sekolah atau pihak terkait kapan saja. 

Dengan menggunakan layanan cloud VPS, sistem ini juga dirancang untuk dapat digunakan secara luas, baik oleh Sekolah Binekas maupun oleh sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa. Di sisi lain, pendekatan teknologinya mengadopsi prinsip arsitektur microservices, yang menjadikan sistem lebih fleksibel dalam hal pengembangan, integrasi, maupun pemeliharaan jangka panjang. 

Implementasi, Umpan Balik, dan Dampak Langsung di Lapangan 

Pada 2 Juli 2025, sistem ini secara resmi diserahterimakan kepada pihak Sekolah Binekas dalam sebuah pertemuan yang juga berfungsi sebagai pelatihan teknis. Guru dan tenaga kependidikan diberikan kesempatan langsung untuk mencoba sistem dan memberikan masukan terhadap kemudahan penggunaannya.  

Hasilnya, sebagian besar menyatakan sistem ini sangat membantu, khususnya dalam mempercepat proses rekap nilai dan membuat proses pelaporan menjadi jauh lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik. 

Tak hanya itu, pihak Sekolah Binekas juga menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan harapannya agar kegiatan pengembangan teknologi seperti ini bisa berlanjut—bukan hanya di lingkup internal, tetapi juga bisa dibagikan sebagai contoh praktik baik bagi sekolah-sekolah lain di kawasan Bandung Selatan, bahkan secara nasional. 

Bagian dari Roadmap Keilmuan dan Komitmen Jangka Panjang 

Kegiatan ini bukanlah sebuah proyek lepas. Ia merupakan bagian dari roadmap Kelompok Keahlian SPICE (Signal Processing, Information Security, and Computer Engineering) yang berkomitmen dalam pengembangan solusi teknologi pendidikan.  

Dalam peta jalan tersebut, pengembangan sistem informasi berbasis microservices di bidang pendidikan dasar menjadi salah satu pilar utama, yang ditargetkan terus dikembangkan secara bertahap mulai 2024 hingga 2026. 

Di tahun 2025 ini, fokus diarahkan pada sistem pelaporan asesmen siswa. Tahun depan, roadmap ini akan berlanjut dengan pengembangan sistem pencatatan kehadiran otomatis, dan pada 2026 diharapkan lahir sistem terintegrasi yang mencakup guru, siswa, hingga orang tua secara real-time. 

Menyemai Masa Depan Pendidikan yang Responsif dan Berbasis Data 

Apa yang dilakukan oleh Telkom University bersama Sekolah Binekas menjadi bukti bahwa teknologi informasi tidak hanya milik institusi besar atau perguruan tinggi, melainkan dapat menjangkau ruang kelas di sekolah dasar sekalipun. Dengan pendekatan yang tepat, partisipatif, dan adaptif terhadap kebutuhan lapangan, pengembangan teknologi dapat menyatu dengan dunia pendidikan secara manusiawi dan fungsional. 

Harapannya, sistem yang kini digunakan oleh Sekolah Binekas dapat menjadi bibit dari gerakan yang lebih luas, yaitu mendorong sekolah-sekolah lain untuk tidak takut berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan membangun ekosistem belajar yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman. 

Pengabdian Masyarakat: Digital Transformation in Environmental Security Management di Calosa Cluster, Kabupaten Bandung

Pada tanggal 18 Mei 2025, Telkom University telah melaksanakan serah terima dan pemasangan perangkat sistem pengawasan digital di Cluster Calosa, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berjudul “Digital Transformation in Environmental Security Management in Calosa Cluster, Bandung Regency” yang dilaksanakan oleh tim dosen Telkom University: Dr. Surya Michrandi Nasution S.T., M.T., Dr. Reza Rendian Septiawan, S.Si., M.Si., M.Sc., dan Ardiansyah Ramadhan S.T., M.T.

Latar belakang kegiatan ini adalah meningkatnya kekhawatiran warga terhadap keamanan lingkungan akibat seringnya kehilangan dan terbatasnya efektivitas sistem pengawasan yang ada, terutama pada titik-titik blind spot. Dengan tujuan untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman di lingkungan perumahan, program ini mengintegrasikan teknologi modern dengan pemberdayaan komunitas dalam membangun sistem pengawasan yang berkelanjutan dan dikelola secara mandiri oleh warga.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini bersifat partisipatif dan kolaboratif, yang melibatkan warga, pengelola perumahan, dan tim pelaksana dari universitas. Proses dimulai dengan analisis kebutuhan, perencanaan, pelatihan, dan pemasangan sistem. Survei dan wawancara dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan dalam pengawasan keamanan, yang kemudian diikuti dengan pemasangan perangkat yang diserahkan.

Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan cakupan dan keandalan sistem pengawasan, serta meningkatnya literasi teknologi warga yang kini mampu mengoperasikan dan mengelola sistem secara mandiri. Respons positif yang diterima menunjukkan bahwa rasa aman warga semakin kuat dan keterlibatan komunitas dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi dengan partisipasi komunitas dapat menciptakan model keamanan lingkungan yang efektif, berkelanjutan, dan dapat diterapkan di kawasan perumahan lainnya yang memiliki tantangan serupa.

Pengabdian Masyarakat Telkom University di SDN Cihanjaro: Sosialisasi Pengawasan Digital bagi Wali Murid dan Guru

Bandung, 27 Mei 2025 – Tim pengabdian masyarakat dari Telkom University menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pengawasan Digital: Sosialisasi untuk Wali Murid dan Guru dalam Mengawal Penggunaan Internet yang Aman bagi Anak” di SDN Cihanjaro, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 35 peserta yang terdiri dari orang tua, wali murid, dan guru.

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mendampingi anak dalam penggunaan internet sehari-hari. Materi yang disampaikan mencakup bahaya konten negatif, ancaman cyberbullying, serta pentingnya menanamkan etika digital sejak usia dini. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan fitur parental control yang bisa digunakan untuk membatasi akses anak terhadap konten tertentu di dunia maya.

Kegiatan berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab yang membuka ruang diskusi antara narasumber dan peserta. Para orang tua dan guru menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sangat relevan dengan tantangan pengasuhan di era digital.

Sosialisasi ini menghadirkan dosen Telkom University, yaitu Dr. R. Yunendah Nur Fu’adah, S.T., M.T.Agustien Mulyantini, dan Ardiansyah Ramadhan, S.T., M.T. Ketiganya turut berbagi wawasan dan pengalaman mengenai pengawasan digital dalam konteks pendidikan dan keluarga. Mereka juga didampingi oleh mahasiswa Telkom University yang turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan, yaitu Hamdan Syaifuddin ZuhriMuhammad Agil Syaifullah DaulayMuhammad Naufal FirdausDhanendra Nivadirrokhman, dan Rafly Fasha Purnomo Putra.

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta. Banyak di antara mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu membekali para pendidik dan orang tua dalam menghadapi tantangan era digital.

Melalui program ini, Telkom University kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengajaran dan penelitian, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan di lapangan.

Perancangan Purwarupa Sistem Pemantauan dan Pelaporan Proses Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Berbasis Aplikasi Web di Lingkungan Sekolah Binekas

Kurikulum Merdeka, sebagai model kurikulum terbaru yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berfokus pada proses dan pencapaian yang tertulis di Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan. Kurikulum Merdeka ini memberikan kebebasan pada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya sendiri, selama seluruh CP dapat terpenuhi oleh para pembelajar. Namun fleksibilitas tersebut menuntut kemampuan pengajar untuk dapat menelusuri perkembangan dan pencapaian materi yang telah disampaikan.

Sekolah Binekas, sebagai salah satu sekolah yang rutin menjadi mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari tim Program Studi S1 Teknik Komputer, telah menerapkan kurikulum yang berbasis pada Kurikulum Merdeka. Saat ini Sekolah Binekas telah menerapkan proses arsip digital untuk mencatat pelaporan capaian pembelajaran dengan menggunakan layanan berbasis komputasi awan gratis publik (Google Drive dan Google Docs). Namun, Sekolah Binekas belum memiliki sistem terintegrasi untuk dapat melakukan pemantauan dan pencatatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, tim abdimas dari Program Studi S1 Teknik Komputer melakukan kegiatan abdimas berupa pengembangan purwarupa sistem pemantauan proses pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.

Purwarupa dari sistem yang dibangun merupakan aplikasi berbasis web. Purwarupa sistem tersebut dapat digunakan untuk melakukan penyusunan rencana materi pembelajaran berbasis CP dari Kurikulum Merdeka serta mencatatkan capaian proses pembelajaran yang telah dilakukan di kelas.

Pada hari Kamis, 9 Januari 2025, telah dilakukan serah-terima produk dari kegiatan abdimas kali ini, yaitu purwarupa sistem pemantauan proses pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, dari pihak tim abdimas dari Program Studi S1 Teknik Komputer ke Sekolah Binekas. Di akhir, sistem ini diharapkan dapat membantu Sekolah Binekas dalam memantau proses pembelajaran yang telah dilakukan sehingga bisa menghasilkan kegiatan pembelajaran yang lebih efektif.

Workshop Seminar Penggunaan AI Untuk Mencari Materi

Pada hari Selasa, 28 Mei 2024, telak diselenggarakan kegiatan pengabdian masayarakat skema Desa Binaan oleh Tim 5 yang terdiri atas gabungan beberapa dosen Prodi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom dan beberapa mahasiswa dari prodi yang sama yang juga merupakan pengelola kegiatan Connection dari Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer (HMTK) Universitas Telkom. Seminar yang diselenggarakan ini bertemakan “Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Untuk Mencari Materi” di SD Negeri 1 Cihanjaro, Desa Cihanjaro, Kec. Karangkancana, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan cara pemanfaatannya dalam mencari dan menyusun materi pembelajaran kepada guru dan staf sekolah.

Generasi saat ini tumbuh dengan akses mudah ke teknologi, seperti smartphone dan tablet, yang membuat mereka memiliki keterampilan teknologi yang tinggi. Teknologi ini berdampak positif pada proses belajar mengajar, namun bimbingan dari guru dan staf sangat penting untuk memastikan penggunaan teknologi yang tepat dan bermanfaat.

Pada seminar ini, dikenalkan konsep dasar Generative AI, termasuk bagaimana teknologi ini bekerja dan berbagai aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Dijelaskan pula tentang model-model AI terkemuka seperti Gemini AI dari Google AI dan ChatGPT dari OpenAI. Generative AI menawarkan banyak manfaat, termasuk kemampuan untuk menghasilkan konten yang relevan, personalisasi interaksi dengan pengguna, serta pemecahan masalah yang kompleks. Guru dan staf diperkenalkan dengan dua model AI populer: Gemini AI yang memberikan penjelasan detail dengan dukungan video dan ilustrasi, serta ChatGPT yang fokus pada penjelasan garis besar dengan ilustrasi dalam bentuk diagram. Mereka juga belajar tentang Prompt Engineering, proses memberikan instruksi atau input kepada AI untuk mendapatkan output yang diinginkan.

Selama seminar dilangsungkan, guru dan staf mencoba langsung menggunakan AI untuk mencari materi. Mereka membuat prompt yang efektif dan menyesuaikan hasil yang diberikan oleh AI. Diharapkan para guru dan staf sekolah dapat lebih memahami dan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mempermudah dalam mencari dan menyusun materi, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan para guru dan staf sekolah dapat lebih memahami dan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi AI tidak hanya mempermudah dalam mencari dan menyusun materi, tetapi juga dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa/i.