S1 Teknik Komputer Universitas Telkom Dampingi Digitalisasi Perpustakaan SD Binekas Secara Bertahap dan Berkelanjutan

Transformasi digital di bidang pendidikan dasar membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga tepat guna dan berkelanjutan. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom mengembangkan dan mengimplementasikan sistem perpustakaan digital berbasis web di SD Binekas, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.

Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

Program ini dilaksanakan secara bertahap sejak September hingga Desember 2025 dengan tujuan menghadirkan solusi teknologi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kegiatan pengabdian tidak hanya berfokus pada pengembangan sistem, tetapi juga pada proses pendampingan agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh pihak sekolah.

Identifikasi Kebutuhan sebagai Dasar Pengembangan Sistem

Kegiatan diawali pada awal September 2025 melalui observasi dan diskusi langsung dengan pihak SD Binekas. Pada tahap ini, tim dosen S1 Teknik Komputer Universitas Telkom mengidentifikasi bahwa pengelolaan perpustakaan masih dilakukan secara manual, baik dalam pencatatan koleksi buku maupun layanan peminjaman dan pengembalian. Kondisi tersebut menyulitkan pemantauan ketersediaan buku serta berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi.

Berdasarkan temuan tersebut, tim pengabdian melakukan analisis kebutuhan dari sudut pandang rekayasa sistem dan pengelolaan data. Analisis ini menjadi dasar perancangan sistem perpustakaan digital yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan karakteristik sekolah dasar.

Gambar 2. Identifikasi dan Analisis Kebutuhan Mitra dengan Observasi dan Wawancara Langsung 

Program pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Surya Michrandi Nasution, S.T., M.T. selaku Ketua Tim Pengabdian sekaligus Ketua Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom, bersama Dr. Reza Rendian Septiawan, S.Si., M.Si., M.Sc. dan Angel Metanosa Afinda, S.Kom., M.Kom.

Menurut Dr. Surya Michrandi Nasution, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi S1 Teknik Komputer dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa digitalisasi perpustakaan bukan semata-mata persoalan teknologi, melainkan bagaimana teknologi dapat membantu sekolah mengelola literasi secara lebih tertata dan berkelanjutan.

Pembaruan Progres dan Keterlibatan Aktif Mitra

Setelah tahap analisis kebutuhan, tim dosen mulai mengembangkan sistem perpustakaan digital berbasis web secara bertahap. Sebagai bagian dari proses tersebut, pada 20 November 2025, tim Universitas Telkom melakukan kunjungan pembaruan progres ke SD Binekas. Pada kesempatan ini, tim memaparkan perkembangan sistem yang telah dibangun, termasuk tampilan antarmuka dan fitur utama yang akan digunakan oleh pengelola perpustakaan.

Pihak sekolah yang diwakili oleh Iyus Nurbaeti Yusup, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Binekas, memberikan masukan langsung terkait alur penggunaan sistem dan kebutuhan operasional perpustakaan sehari-hari. Masukan tersebut kemudian dijadikan dasar penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara penuh.

Gambar 2. Diskusi dan Pengambilan Masukan Mitra pada Tahap Pembaruan Progres Sistem

Ibu Iyus menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif sekolah dalam proses pengembangan sistem. Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini membuat sistem yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan mudah dioperasikan oleh pengelola perpustakaan.

Serah Terima Sistem dan Pelatihan Pengguna

Setelah melalui proses pengembangan dan penyempurnaan, sistem perpustakaan digital resmi diserahkan kepada pihak SD Binekas pada 16 Desember 2025. Kegiatan serah terima dan pelatihan dilaksanakan di lingkungan sekolah dan dihadiri oleh enam orang tim pengabdian Universitas Telkom serta tiga perwakilan dari SD Binekas, yaitu kepala sekolah dan 2 pustakawan.

Gambar 3. Dokumentasi Serah Terima Sistem dan Interaksi Tim Pengabdian dengan Mitra

Gambar 4. Proses Serah Terima Sistem Perpustakaan Digital kepada Pihak Sekolah Binekas

Pada kegiatan tersebut, tim dosen S1 Teknik Komputer memberikan pelatihan langsung terkait penggunaan sistem. Materi pelatihan mencakup proses login, pengelolaan data buku, pencatatan peminjaman dan pengembalian, serta pemantauan aktivitas perpustakaan melalui dashboard sistem. Pelatihan ini bertujuan memastikan bahwa pihak sekolah mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Fitur Sistem dan Pembagian Peran Pengguna

Sistem perpustakaan digital yang dikembangkan dilengkapi dengan berbagai fitur utama yang mendukung pengelolaan perpustakaan sekolah. Fitur tersebut meliputi manajemen koleksi buku, layanan peminjaman dan pengembalian, pencarian katalog buku, serta dashboard aktivitas perpustakaan. Seluruh fitur dirancang untuk memudahkan pengelola perpustakaan dalam mengelola data secara rapi dan terintegrasi.

Gambar 5. Beberapa Cuplikan Website Perpustakaan Binekas

Sistem ini dirancang dengan tiga jenis pengguna, yaitu admin, guru, dan siswa. Admin yang terdiri dari kepala sekolah dan pustakawan memiliki akses penuh terhadap pengelolaan data dan laporan. Guru dapat melakukan peminjaman serta memantau koleksi buku, sedangkan siswa dapat mengakses katalog buku dan informasi ketersediaan koleksi.

Pendekatan berbasis peran pengguna ini memastikan keamanan data sekaligus kemudahan penggunaan sistem sesuai dengan kebutuhan masing-masing pihak di sekolah.

Dampak dan Kontribusi Program Studi

Implementasi sistem perpustakaan digital memberikan dampak nyata bagi SD Binekas. Proses pencatatan koleksi dan transaksi menjadi lebih tertata, mudah ditelusuri, dan efisien dibandingkan dengan sistem manual sebelumnya. Selain itu, pihak sekolah memiliki data yang lebih akurat untuk memantau aktivitas literasi siswa.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom menunjukkan perannya dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan dasar. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya menghasilkan produk teknologi, tetapi juga meningkatkan kapasitas mitra dalam memanfaatkan teknologi informasi secara berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik dalam penerapan teknologi pendidikan di lingkungan sekolah dasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *