Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom Hadirkan Teknologi Rumah Kaca Pintar untuk Warga Baleendah

Bandung – Warga RT 05 RW 24 Komplek Mekarsari Endah, Baleendah, Kabupaten Bandung, kini bisa menanam bibit penghijauan dengan lebih mudah. Berkat kehadiran rumah kaca pintar berbasis teknologi Arduino yang dihadirkan oleh tim dosen Telkom University, kegiatan berkebun tidak lagi merepotkan.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada November hingga Desember 2025 ini menghadirkan solusi cerdas bagi warga yang sibuk bekerja namun ingin tetap berkebun. Sistem penyiraman otomatis yang dirancang membuat tanaman tetap terawat meskipun pemiliknya sedang tidak di rumah.

Rumah Kaca Canggih dengan Sistem Otomatis

Burhanuddin Dirgantoro, Ketua Tim Pelaksana dari Telkom University menjelaskan, sistem ini dirancang khusus untuk memudahkan warga dalam merawat bibit tanaman. “Rumah kaca ini dilengkapi dengan sistem penyiraman otomatis yang bekerja pada waktu-waktu tertentu. Jadi warga tidak perlu khawatir tanamannya tidak disiram saat mereka pergi kerja,” ungkapnya saat serah terima sistem pada 31 Desember 2025.

Rumah kaca berukuran 8 meter persegi ini dibangun menggunakan rangka pipa PVC yang kuat dan dilapisi plastik UV untuk melindungi tanaman dari hama dan serangga. Yang membuatnya istimewa adalah panel kontrol berbasis mikrokontroler Arduino yang mengatur pompa air dan pencahayaan secara otomatis.

Antusiasme Tinggi dari Warga

Hadi Purnomo, Ketua RT 05 RW 24, menyambut baik program ini. “Ini sangat membantu sekali. Banyak warga kami yang senang berkebun tapi kesulitan karena harus bekerja. Dengan sistem ini, tanaman tetap tumbuh subur dengan perawatan minimal,” katanya.

Dalam acara serah terima yang dihadiri 32 warga tersebut, terlihat antusiasme tinggi dari masyarakat. Mereka aktif bertanya tentang cara kerja sistem dan kemungkinan pengembangannya di masa depan.

Tim Telkom University menjelaskan cara kerja sistem kepada warga

Teknologi Sederhana dengan Manfaat Besar

Sistem yang dibangun menggunakan komponen Arduino ini bekerja dengan cara memantau waktu dan mengaktifkan pompa air pada jadwal yang telah ditentukan – pagi dan sore hari. Selain itu, lampu akan menyala otomatis di malam hari untuk menjaga keamanan area rumah kaca.

“Kami merancangnya sesederhana mungkin agar mudah digunakan dan dirawat oleh warga. Tidak perlu keahlian khusus untuk mengoperasikannya,” tambah Burhanuddin.

Selain rumah kaca, disediakan juga area penyimpanan untuk tanaman dewasa yang sudah cukup kuat untuk ditempatkan di luar. Area ini didesain sedemikian rupa sehingga tetap terjangkau oleh sistem penyiraman otomatis.

Rumah kaca pintar dengan tanaman yang tumbuh subur

Kepuasan Hampir 100%

Berdasarkan survei yang dilakukan setelah kegiatan, tingkat kepuasan masyarakat mencapai hampir 100%. Warga menyatakan sangat setuju bahwa program ini bermanfaat dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang.

“Kami juga sudah mendaftarkan sistem ini ke Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Harapannya, sistem ini bisa menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain,” ujar Burhanuddin.

Rencana Pengembangan

Tim pelaksana tidak berhenti di sini. Berdasarkan masukan warga, ke depannya akan dikembangkan sistem serupa untuk membantu penyiraman tanaman di rumah-rumah warga. Bahkan ada rencana untuk mengembangkan sistem pemantau keamanan, mengingat kebutuhan warga akan keamanan lingkungan.

“Kami mencatat semua masukan dari warga. Banyak yang tertarik dengan sistem penyiraman otomatis untuk tanaman di rumah masing-masing. Ini akan kami jadikan bahan pertimbangan untuk program pengabdian selanjutnya,” tutup Burhanuddin.

Program pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa teknologi tidak harus rumit untuk memberikan manfaat nyata. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi sederhana bisa menjadi solusi untuk permasalahan sehari-hari masyarakat.


Tentang Lokasi RT 05 RW 24 Baleendah terletak di Komplek Mekarsari Endah, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, sekitar 5 km dari Universitas Telkom. Wilayah ini berjarak 500 meter dari sungai Citarum dan dihuni oleh 52 rumah tangga dengan sebagian besar kepala keluarga adalah pekerja aktif.

Kontak Informasi Untuk informasi lebih lanjut tentang program pengabdian masyarakat Telkom University, dapat menghubungi School of Computing Telkom University.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *