Akuakultur Cerdas di Al Aziz: Filtrasi Berbasis IoT Mendukung Budidaya Ikan Nila dan Ketahanan Pangan

Perwakilan Pondok Pesantren Al Aziz dan tim pengabdian kepada masyarakat Telkom University saat penyerahan peralatan budidaya ikan.

Di kawasan perbukitan Cijambu, Tanjungsari, Sumedang, Pondok Pesantren Al Aziz Cijambu Al Islamy mulai memanfaatkan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan yang sangat nyata: menyediakan sumber pangan bergizi yang lebih andal bagi para santri. Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Telkom University, pesantren tersebut mengembangkan sistem budidaya ikan nila skala kecil yang didukung oleh sieve filter atau filter ayakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT).

Program ini menghubungkan ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pembelajaran teknologi secara langsung. Budidaya ikan tidak diperlakukan sekadar sebagai proyek pembangunan kolam, melainkan sebagai satu kesatuan yang mencakup infrastruktur kolam, sirkulasi air, filtrasi otomatis, pemantauan digital, serta pelatihan bagi komunitas pesantren. Sistem dapat dioperasikan di lokasi sekaligus dipantau melalui aplikasi seluler.

Mengubah Tantangan Lokal Menjadi Proyek Teknologi yang Praktis

Al Aziz merupakan pesantren kecil yang melayani sekitar 100 santri dengan dukungan kurang lebih 10 guru dan ustaz. Lokasi serta lahan yang tersedia membuka peluang untuk kegiatan produktif. Namun, selama ini pesantren masih sangat bergantung pada donasi dan sumber daya pertanian yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Budidaya ikan nila dipilih karena dapat menyediakan sumber protein hewani, memanfaatkan lahan secara efisien, dan menjadi sarana pembelajaran praktis bagi santri. Meski demikian, budidaya perikanan memiliki risiko operasional. Kotoran ikan dan sisa pakan dapat menumpuk di dalam air. Jika sistem filtrasi tidak memadai, kadar amonia dapat meningkat, mengganggu kesehatan ikan, dan berpotensi menimbulkan kerugian besar.

Sieve filter konvensional dapat menahan limbah padat, tetapi biasanya harus sering dibersihkan secara manual. Ketika kotoran menumpuk pada permukaan saringan, aliran air menurun dan proses filtrasi menjadi kurang efektif. Bagi komunitas pesantren yang memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya teknis, filter yang berulang kali tersumbat akan sulit dipelihara. Karena itu, program ini berfokus pada otomatisasi proses pembersihan dan penghubungan sistem filtrasi dengan pemantauan waktu nyata.

Cara Kerja Sieve Filter Berbasis IoT

Sistem diintegrasikan dengan recirculating aquaculture system (RAS), yaitu sistem yang mengalirkan dan mengolah kembali air kolam secara terus-menerus, bukan sering membuang dan menggantinya. Pendekatan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus menjaga lingkungan hidup ikan agar lebih stabil.

Pada tingkat perangkat lapangan, sejumlah sensor memantau parameter penting air dan kondisi sistem, antara lain suhu, pH, total dissolved solids (TDS), kekeruhan, dan ketinggian air. Mikrokontroler Seeed Studio XIAO ESP32-S3 membaca data sensor, melakukan pemrosesan awal, serta mengendalikan aktuator pembersih filter. Mekanisme pembersihan dapat bekerja berdasarkan jadwal waktu dan juga menerima perintah dari sistem pemantauan.

Raspberry Pi 4 berfungsi sebagai gateway IoT. Perangkat ini mengonsolidasikan informasi dari mikrokontroler, mengelola komunikasi jaringan, dan meneruskan data ke server atau penyimpanan awan. Server menyimpan data historis serta menyediakan layanan bagi aplikasi seluler. Melalui dashboard Koive, pengguna dapat melihat data terkini dan historis, memeriksa status filter, serta mengakses fungsi kendali dari jarak jauh.

Sieve filter otomatis yang dipasang di sisi kolam ikan nila sebagai bagian dari sistem sirkulasi dan filtrasi air.

Arsitektur berlapis tersebut memisahkan fungsi penginderaan, kendali lokal, komunikasi, penyimpanan data, dan interaksi pengguna. Desain ini mengurangi beban pemrosesan pada perangkat yang dipasang di dekat kolam sekaligus mempertahankan peluang pengembangan sistem pada masa mendatang. Dalam operasional sehari-hari, otomatisasi diharapkan mengurangi pekerjaan pembersihan manual yang berulang dan membantu pengguna mengenali perubahan kondisi air sebelum menjadi kritis.

Instalasi dan Pelatihan Dilaksanakan dalam Dua Tahap

Implementasi dilakukan melalui dua kunjungan utama. Pada 4 Juli 2026, tim mengirimkan dan memasang peralatan kolam. Kolam terpal ditempatkan di dalam bangunan gudang untuk melindungi material dari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama. Guru, santri, dan tim Telkom University bekerja bersama dalam penataan kolam, pemasangan pipa, sambungan kelistrikan, serta infrastruktur pendukung.

Kegiatan tahap kedua dilaksanakan pada 17 Juli 2026. Pada tahap ini, sieve filter otomatis dipasang dan dikonfigurasi, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan operasional dan evaluasi. Pengurus pesantren, santriwan, dan santriwati berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Komunitas DcabID regional Bandung turut mendukung melalui bantuan penyediaan bibit ikan dan pakan.

Santri dan pengurus pesantren mengikuti pelatihan pengoperasian sistem serta pengelolaan budidaya ikan.

Pelatihan tidak hanya membahas cara mengoperasikan perangkat. Peserta juga diperkenalkan pada hubungan antara pemberian pakan, limbah organik, filtrasi, dan kualitas air. Perspektif pengelolaan ini penting karena otomatisasi tidak dapat menggantikan praktik pemberian pakan yang tepat, pemeliharaan rutin, dan pencatatan yang konsisten. Teknologi akan bekerja paling efektif jika disertai disiplin dalam pengelolaan budidaya.

Teknologi sebagai Lingkungan Belajar

Bagi pesantren, manfaat proyek ini melampaui hasil panen ikan yang diharapkan. Santri dapat mengamati bagaimana sensor menerjemahkan kondisi lingkungan menjadi data, bagaimana mikrokontroler mengendalikan perangkat mekanis, serta bagaimana informasi dikirimkan dari kolam menuju dashboard seluler. Kegiatan tersebut menjadikan area budidaya sebagai laboratorium terapan skala kecil untuk mempelajari elektronika, jaringan komputer, perangkat lunak, dan pertanian berkelanjutan.

Kolam budidaya ikan nila yang dikembangkan di Pondok Pesantren Al Aziz Cijambu Al Islamy, Sumedang.

Model ini juga mendukung gagasan santripreneurship, yaitu pengembangan kemampuan praktis santri yang kelak dapat diterapkan dalam usaha berbasis komunitas. Budidaya ikan dapat menjadi konteks pembelajaran mengenai perencanaan produksi, pemeliharaan peralatan, efisiensi pakan, interpretasi data, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Program ini selaras dengan dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kontribusi terhadap SDG 2 diwujudkan melalui dukungan terhadap ketersediaan pangan lokal dan keterampilan budidaya, sedangkan SDG 6 didukung melalui penggunaan air yang lebih efisien dengan sistem resirkulasi. Namun, nilai program pada akhirnya bergantung pada keberlanjutan operasional. Kalibrasi sensor, pemeriksaan filter, pembersihan pipa, pengelolaan pakan, serta pencatatan pertumbuhan dan kematian ikan secara sistematis tetap diperlukan untuk membuktikan dampak jangka panjang.

Fondasi Menuju “Pesantren Cerdas”

Instalasi saat ini dirancang sebagai titik awal, bukan tujuan akhir. Peta jalan pengembangan yang lebih luas mengarah pada ekosistem pesantren cerdas yang mengintegrasikan pendidikan, ketahanan pangan, dan pengelolaan infrastruktur. Pengembangan berikutnya dapat memadukan data IoT dengan analitik, sistem rekomendasi, visualisasi digital twin, serta teknologi rekayasa komputer lainnya.

Pengembangan tersebut harus tetap berpijak pada kebutuhan dan kapasitas operasional pesantren. Sistem yang canggih secara teknis tidak akan berkelanjutan jika komponen pengganti sulit diperoleh, koneksi internet tidak andal, atau prosedur pemeliharaan terlalu rumit. Karena itu, pendekatan bertahap menjadi pilihan paling kuat: memelihara sistem yang telah terpasang, mengumpulkan data operasional yang dapat dipercaya, mengevaluasi tren kesehatan ikan dan kualitas air, serta menambahkan fungsi baru hanya ketika manfaatnya jelas.

Dengan menghubungkan tantangan ketahanan pangan sehari-hari dengan teknologi digital yang dapat diakses, inisiatif di Al Aziz menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menghasilkan infrastruktur fisik sekaligus proses pembelajaran. Kolam, filter, sensor, dan aplikasi seluler membentuk satu sistem. Namun, hasil yang paling bertahan lama mungkin justru pengetahuan yang dibagikan antara guru, santri, mitra komunitas, dan tim universitas.

Catatan editorial

Artikel untuk publik ini diadaptasi dari laporan akhir pengabdian kepada masyarakat tahun 2026. Bagian umpan balik, realisasi anggaran, dan target luaran sengaja tidak disertakan.

UMKM Bakmi Ponyo Kini Punya Aplikasi Monitoring Penjualan dan Stok Hasil Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Universitas Telkom

Bandung, Jawa Barat — Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci penting agar pelaku usaha kuliner dapat mengelola bisnisnya secara lebih rapi, efisien, dan berkelanjutan. Namun, keterbatasan sumber daya sering kali membuat UMKM kesulitan mengadopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan operasional mereka sehari-hari.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Telkom melalui Program Studi (Prodi) S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik Elektro, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) berupa pengembangan aplikasi berbasis web untuk UMKM Bakmi Ponyo, usaha kuliner yang berlokasi di kota Bandung dan Cimahi. Kegiatan ini masuk ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat skema Teknologi Tepat Guna (TTG) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Telkom.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Prodi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom, yang terdiri dari ibu Dr. Astri Novianty, S.T., M.T. selaku Ketua Tim Pelaksana Abdimas, bersama bapak Roswan Latuconsina, S.T., M.T. dan ibu Ashri Dinimaharawati, S.Pd., M.T., Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi beberapa mahasiswa Prodi S1 Teknik Komputer.

Gambar 1. Tim dosen dan mahasiswa Universitas Telkom berfoto bersama Bpk. Eka Permana, pemilik UMKM Bakmi Ponyo, usai acara serah terima aplikasi, Rabu (24/6/2026).

“Visi Telkom University sebagai world-class university sekarang sudah berkembang menjadi Research and Entrepreneurial University. Jadi anak-anak sekarang dituntut untuk tidak berhenti di penelitian atau tugas akhir semata, tapi bagaimana karya mereka itu benar-benar bisa diimplementasikan dan memberi dampak nyata di masyarakat,” ujar Pak Roswan dalam sambutannya membuka acara.

Masalah Pengelolaan Transaksi dan Stok di UMKM

Sebagai pelaku usaha kuliner yang terus berkembang, Bakmi Ponyo menghadapi tantangan dalam mencatat transaksi penjualan dan memantau ketersediaan bahan baku secara manual. Proses pencatatan konvensional ini rentan menimbulkan kesalahan data, sulit ditelusuri riwayatnya, dan menyulitkan pemilik usaha dalam mengambil keputusan secara cepat dan akurat.

“Bakmi Ponyo ini sebenarnya usaha sampingan kami. Perusahaan utama kami sendiri bergerak di bidang IT, tapi khusus untuk Bakmi Ponyo ini kami memang belum punya aplikasi untuk monitoring bahan baku dan penjualan,” ujar Bapak Eka Permana, pemilik UMKM Bakmi Ponyo.

Dari Tugas Akhir Mahasiswa Menjadi Solusi Nyata bagi UMKM

Menariknya, aplikasi yang diserahkan kepada Bakmi Ponyo ini merupakan hasil pengembangan dari tugas akhir (capstone design) salah satu mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom, Maliki Mulky. Aplikasi berbasis web ini dirancang untuk membantu pencatatan transaksi penjualan secara lebih terstruktur sekaligus memantau ketersediaan stok bahan baku secara real-time.

Gambar 2. Maliki Mulky, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom, memaparkan cara kerja aplikasi monitoring penjualan dan stok bahan baku.

Aplikasi ini dilengkapi dengan halaman login khusus bagi pengguna serta modul Point of Sale (POS) yang memudahkan pencatatan transaksi penjualan secara langsung, mulai dari pemilihan menu, penghitungan total pembayaran, hingga pengelolaan pesanan yang tertunda (pending order).

Gambar 3. Tampilan halaman login aplikasi monitoring Bakmi Ponyo yang didemonstrasikan saat acara serah terima produk.

Gambar 4. Modul kasir (POS) pada aplikasi menampilkan daftar produk, rincian pesanan, hingga status pembayaran secara real-time.

Melalui kegiatan abdimas ini, karya mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai syarat kelulusan akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Serah Terima Produk kepada Mitra

Kegiatan serah terima aplikasi kepada UMKM Bakmi Ponyo dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, dan dihadiri oleh tim dosen, tim mahasiswa, serta pihak mitra yang diwakili oleh pemilik Bakmi Ponyo, Bapak Eka Permana beserta tim.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Universitas Telkom dan dari pihak mitra, Bakmi Ponyo. Selanjutnya, mahasiswa memberikan penjelasan singkat mengenai aplikasi monitoring penjualan dan manajemen stok yang telah dikembangkan, sebelum dilanjutkan dengan sesi diskusi yang banyak memberikan insight bermanfaat bagi kedua belah pihak. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Pengabdian kepada Masyarakat dan Serah Terima Aplikasi, dilanjutkan dengan penyerahan plakat dan sesi foto bersama, sebelum acara resmi ditutup.

Gambar 5. Ketua Pelaksana Abdimas dan Direktur UMKM Bakmi Ponyo menandatangani Berita Acara Pengabdian Masyarakat sebagai bukti serah terima produk.

Gambar 6. Penyerahan plakat penghargaan dan ucapan terima kasih kepada UMKM Bakmi Ponyo yang diwakili oleh Bpk. Eka Permana.

Sebagai bagian dari standar pelaksanaan kegiatan yang didanai oleh PPM Universitas Telkom, mitra juga mengisi kuesioner evaluasi kegiatan untuk mengukur manfaat dan dampak abdimas ini secara langsung dari sudut pandang pengguna.

Gambar 7. Perwakilan UMKM Bakmi Ponyo mengisi kuesioner evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat.

“Selama ini kami mencatat transaksi dan stok bahan baku secara manual, jadi kadang ada yang terlewat atau sulit dicek ulang. Mungkin dengan adanya aplikasi ini, pengelolaan usaha kami bisa lebih rapi dan efisien ke depannya,” ujar Bapak Eka Permana.

Keberlanjutan Program

Universitas Telkom berharap model kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra usaha seperti ini dapat terus direplikasi untuk membantu UMKM lain di Bandung dan sekitarnya dalam mengadopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Dengan pendekatan yang aplikatif dan berbasis solusi nyata, diharapkan semakin banyak UMKM yang dapat naik kelas melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya untuk Bakmi Ponyo, tapi juga UMKM lain yang membutuhkan solusi teknologi agar usahanya bisa berkembang lebih baik,” ujar Ibu Dr. Astri Novianty, S.T., M.T menutup rangkaian acara.

Integrasi RFID pada Perpustakaan Digital Sekolah Binekas untuk Mendukung Literasi

Bandung — Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi sejak dini. Namun, pada praktiknya, masih banyak sekolah dasar yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan perpustakaan, mulai dari pencatatan koleksi buku, peminjaman, pengembalian, hingga pemantauan aktivitas membaca siswa. Permasalahan tersebut juga menjadi perhatian dalam pengembangan layanan perpustakaan di Sekolah Binekas, Kota Bandung.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Telkom melanjutkan pengembangan sistem perpustakaan digital di Sekolah Binekas melalui integrasi teknologi Radio Frequency Identification atau RFID. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Dr. Surya Michrandi Nasution, S.T., M.T., Dr. Reza Rendian Septiawan, S.Si., M.Si., M.Sc., Angel Metanosa Afinda, S.Kom., M.Kom., Dr. Irwan, S.T., M.T., Diedrick Darrell Darmadi, Kenneth Matthew Yonathan, dan Kevin Radinka.

Pengembangan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah menghasilkan sistem perpustakaan digital berbasis web untuk membantu pengelolaan data buku, pengguna, kelas, serta transaksi peminjaman dan pengembalian. Pada tahap lanjutan ini, fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan fitur RFID agar layanan perpustakaan dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi. Adapun tahapan kegiatan pengabdian tersebut ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

Melalui tahapan tersebut, tim pengabdian memulai kegiatan dari evaluasi sistem yang telah dikembangkan sebelumnya, kemudian melanjutkan pada analisis kebutuhan RFID, perancangan integrasi fitur, implementasi, pengujian, hingga pendampingan kepada mitra. Pendekatan bertahap ini dilakukan agar sistem yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional perpustakaan sekolah dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Pada tahap awal, tim terlebih dahulu melakukan identifikasi kondisi perpustakaan dan kebutuhan mitra melalui observasi langsung dan wawancara dengan pihak sekolah. Proses ini penting untuk memahami permasalahan nyata yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan, sekaligus menggali kebutuhan pengembangan yang paling relevan. Dokumentasi proses identifikasi dan analisis kebutuhan mitra tersebut ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Identifikasi dan Analisis Kebutuhan Mitra melalui Observasi dan Wawancara Langsung

Berdasarkan hasil analisis tersebut, pengembangan sistem kemudian difokuskan pada integrasi RFID. Teknologi ini memungkinkan setiap buku memiliki identitas digital berupa UID yang dapat dipindai menggunakan perangkat RFID reader. Dengan cara ini, proses identifikasi buku dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pencatatan manual. Pengelola perpustakaan tidak lagi harus mencari data buku satu per satu, karena sistem dapat mengenali buku berdasarkan UID RFID yang telah terdaftar.

Integrasi RFID ini juga mendukung proses peminjaman dan pengembalian buku secara otomatis. Dalam penggunaannya, identitas siswa dapat dimasukkan melalui NISN atau kartu pelajar, sedangkan identitas buku diperoleh melalui pemindaian UID RFID. Setelah kedua data tersebut diproses, sistem akan menentukan apakah transaksi tersebut merupakan peminjaman atau pengembalian berdasarkan status data yang tersimpan. Apabila belum ada transaksi aktif, sistem akan mencatatnya sebagai peminjaman. Sebaliknya, jika buku tersebut sudah tercatat sedang dipinjam oleh siswa yang sama, sistem akan memprosesnya sebagai pengembalian.

Pengembangan ini diharapkan dapat membantu pustakawan dan pihak sekolah dalam mengelola perpustakaan secara lebih efisien, akurat, dan terdokumentasi. Selama ini, pencatatan transaksi perpustakaan yang dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan kesalahan input, keterlambatan pencatatan, atau kesulitan dalam melacak status buku. Dengan adanya RFID, proses sirkulasi buku menjadi lebih sederhana dan data transaksi dapat tersimpan secara lebih rapi di dalam sistem.

Selain mempercepat layanan, sistem perpustakaan digital berbasis RFID juga menyediakan riwayat transaksi yang dapat digunakan untuk memantau aktivitas peminjaman dan pengembalian buku. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam melihat pemanfaatan koleksi perpustakaan, minat baca siswa, serta keteraturan proses pengembalian buku. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai pendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan literasi sekolah.

Kegiatan pengabdian ini juga menekankan aspek pendampingan kepada mitra. Pihak sekolah, khususnya pengelola perpustakaan, didampingi dalam memahami alur penggunaan sistem, mulai dari registrasi UID RFID pada buku, pemindaian data buku, pencatatan transaksi, hingga pemantauan riwayat peminjaman dan pengembalian. Pendampingan ini penting agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya berhenti sebagai produk, tetapi benar-benar dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan oleh pihak sekolah.

Tahap akhir dari kegiatan ini adalah implementasi dan serah terima sistem kepada pihak sekolah sebagai bentuk komitmen bersama dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung layanan perpustakaan. Dokumentasi serah terima sistem perpustakaan digital kepada pengelola Sekolah Binekas ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 3. Dokumentasi Serah Terima Sistem Perpustakaan Digital kepada Pengelola Sekolah Binekas

Melalui pengembangan ini, Sekolah Binekas diharapkan dapat memiliki layanan perpustakaan yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan saat ini. Sistem perpustakaan digital yang sebelumnya telah dikembangkan kini diperkuat dengan teknologi RFID, sehingga proses pengelolaan koleksi dan layanan sirkulasi buku dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan akurat.

Program ini menunjukkan bahwa transformasi digital di lingkungan sekolah dasar dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Dimulai dari digitalisasi pengelolaan perpustakaan, kemudian dilanjutkan dengan otomasi layanan berbasis RFID, pengembangan ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk mendukung budaya literasi di sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga menjadi bukti bahwa inovasi teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Dengan adanya sistem perpustakaan digital terintegrasi RFID, Sekolah Binekas diharapkan mampu memperkuat budaya membaca, meningkatkan efisiensi pengelolaan perpustakaan, serta menyediakan layanan literasi yang lebih baik bagi siswa. Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital sekolah dasar dan membangun ekosistem pendidikan yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.

Menuju Smart Mosque: Program Studi S1 Teknik Komputer Implementasikan CCTV Berbasis AI di Masjid Al-Quddus G-Land Arcadia

Bandung, 3 Juni 2026 — Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik Elektro, Telkom University (Tel-U), kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan, menyebarluaskan, dan memanfaatkan teknologi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sejalan dengan visi dan isi Program Studi S1 Teknik Komputer dalam berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemasangan dan implementasi sistem keamanan berbasis Closed-Circuit Television (CCTV) di Masjid Al-Quddus G-Land Arcadia, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, program ini bertujuan mendukung terciptanya lingkungan ibadah yang lebih aman, nyaman, dan selaras dengan konsep Smart Mosque.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Program Studi S1 Teknik Komputer yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, diketuai oleh Reza Rendian Septiawan bersama dengan tim dosen yang terdiri dari Ardiansyah Ramadhan dan Iga Narendra Pramawijaya serta tim mahasiswa yang beranggotakan Ridho Ramadani Saputra, Kirei Kirani Jayusman, dan Deo Prima Listiono. Melalui kegiatan ini, tim berupaya menghadirkan solusi teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan fasilitas umum dan tempat ibadah. 

Sebelumnya, Masjid Al-Quddus G-Land Arcadia belum memiliki sistem pemantauan keamanan yang memadai sehingga pengawasan masih dilakukan secara manual oleh pengurus masjid, petugas keamanan, dan warga sekitar. Kondisi ini menyebabkan pemantauan area masjid belum optimal serta berpotensi menimbulkan berbagai risiko keamanan, seperti kehilangan barang milik jamaah maupun aktivitas yang tidak terpantau pada waktu-waktu tertentu. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi S1 Teknik Komputer Fakultas Teknik Elektro Telkom University menghadirkan solusi melalui pemasangan perangkat pengawasan otomatis yang dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI), kamera beresolusi tinggi, dan lampu sorot untuk mendukung sistem keamanan yang lebih modern, akurat, dan adaptif dalam menunjang terwujudnya lingkungan ibadah yang aman dan nyaman. 

Sebelum pelaksanaan instalasi, tim Pengabdian Masyarakat melakukan survei lapangan, observasi, dan diskusi bersama pengurus Masjid Al-Quddus untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menentukan titik pemasangan perangkat yang strategis. Berdasarkan hasil tersebut, tim melaksanakan pemasangan, konfigurasi, dan pengujian guna memastikan perangkat berfungsi dengan baik dan mampu mendukung pemantauan keamanan lingkungan masjid secara optimal.

Sebagai bentuk keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat, tim pelaksana melakukan serah terima perangkat CCTV beserta seluruh komponen pendukungnya kepada Ketua Paguyuban G-Land Arcadia. Pada kesempatan tersebut, tim juga memberikan penjelasan mengenai cara pengoperasian perangkat serta informasi terkait fitur-fitur yang tersedia agar perangkat dapat dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini menandai selesainya tahapan implementasi program sekaligus menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi keamanan berbasis CCTV dalam mendukung pengawasan dan peningkatan keamanan lingkungan secara berkelanjutan di kawasan G-Land Arcadia.

Pengurus Masjid Al-Quddus dan warga sekitar menyambut positif implementasi sistem keamanan tersebut. Sebanyak empat unit CCTV telah dipasang pada titik-titik strategis untuk mendukung pengawasan area masjid secara lebih optimal. Kehadiran sistem ini memudahkan pengurus dalam melakukan pemantauan lingkungan secara real-time, sekaligus meningkatkan keamanan aset dan fasilitas masjid. Selain itu, masyarakat juga merasakan manfaat berupa meningkatnya rasa aman dan nyaman dalam menjalankan kegiatan ibadah maupun aktivitas sosial kemasyarakatan. Dengan sistem pengawasan yang lebih modern dan terintegrasi, potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan sehingga tercipta lingkungan masjid yang lebih kondusif, aman, dan mendukung kenyamanan seluruh jamaah.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital masjid menuju konsep Smart Mosque serta dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna pada fasilitas ibadah dan ruang publik lainnya. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Cyber Safe Kids: Sosialisasi Internet Sehat dan Pelatihan Coding Dasar di SD Islam Az-Zakiyah

Program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Cyber Safe Kids” yang diselenggarakan oleh Telkom University pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2026 dirancang untuk siswa kelas 5 (lima) di SD Islam Az-Zakiyah, yang berlokasi di Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa sekolah dasar melalui dua pendekatan, yaitu sosialisasi internet sehat dan pelatihan coding dasar. Program ini termotivasi oleh tingginya paparan perangkat digital dan akses internet mandiri pada anak yang memerlukan pemahaman mendalam mengenai Perlindungan Data Pribadi (PDP) serta mengenali berbagai threats yang mungkin terjadi di internet. Melalui pendekatan ini, siswa sekolah dasar didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang aman, tetapi juga pembelajar yang kreatif, dan produktif di dalam ekosistem digital.

Sesi materi dipandu oleh tim dari Fakultas Teknik Elektro, Telkom University. Materi utama mengulas pentingnya pemahaman dasar mengenai internet beserta manfaatnya, sekaligus mengenalkan berbagai risiko penggunaannya. Lebih lanjut, peserta diberikan wawasan mendalam mengenai cara menjaga keamanan data pribadi, memahami etika digital, serta pengenalan hoaks secara sederhana. Seluruh materi ini dipaparkan dalam upaya pembentukan karakter pengguna digital yang bertanggung jawab sejak usia sekolah dasar.

Sesi Interaktif

Kegiatan sosialisasi dirancang dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang bersifat interaktif, komunikatif, dan mengutamakan partisipasi siswa. Peserta diajak secara aktif untuk melakukan diskusi dan tanya jawab guna menggali pengalaman nyata mereka sehari-hari terkait penggunaan internet. Sesi ini juga menggunakan metode simulasi kasus sederhana yang memvisualisasikan risiko-risiko berinternet, seperti pengingat dan arahan perlindungan data pribadi, ketentuan aplikasi atau website yang boleh diakses sesuai usia, dan kebijakan di era digital Indonesia saat ini. Untuk memastikan pemahaman, kegiatan ini dilengkapi dengan evaluasi pemahaman siswa melalui instrumen pre-test dan post-test.

Sesi Praktik dan Coding Class

Sebagai bentuk penguatan kompetensi digital yang produktif, program dilanjutkan dengan kelas coding bagi siswa kelas 5. Dalam sesi ini, siswa mendapatkan praktik langsung yang meliputi:

  • Mengenalkan konsep dasar berpikir komputasional (computational thinking) secara sistematis.
  • Menggunakan pendekatan visual melalui block-based programming (menggunakan platform Scratch dari MIT) yang dirancang agar mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar.
  • Mengikuti metode praktik terpandu (guided practice) di mana siswa mempraktikkan instruksi langkah demi langkah bersama instruktur.
  • Membuat satu program bersama, berupa animasi dan permainan sederhana dengan panduan modul, yang langsung dijalankan dan dimainkan di akhir sesi.
  • Mengalihkan kebiasaan pemakaian gawai dari sekadar aktivitas konsumtif menjadi lebih produktif dan bermanfaat.

Kesimpulan

Kegiatan kolaboratif ini disambut baik oleh mitra sasaran, dengan dukungan langsung dari Kepala Sekolah SD Islam Az-Zakiyah, Bapak Zen Zaenudin, S.Pd.I. Program ini diinisiasi oleh tim dosen yang diketuai oleh Ashri Dinimaharawati, S.Pd., M.T., bersama anggota tim dosen Agustien Mulyantini, S.T., M.Eng., dan F. M. Dirgantara, S.T., M.T., serta didukung oleh lima anggota tim mahasiswa (Alif Akbar Ar Raiyan, Farid Yusron Syabani, Inigo Fajar Muhammad Bili Siswanto, Toni Handoko, dan Caleb Narendra Picaulima). Program ini dinilai sangat relevan dalam menjawab permasalahan minimnya pengawasan penggunaan gawai dan kurangnya program literasi terstruktur untuk siswa sekolah dasar. Ke depannya, diharapkan kegiatan ini mampu menjadi model edukasi literasi digital berkelanjutan di Jawa Barat, bahkan Indonesia.

IMPLEMENTASI SI-GENTA (SISTEM INFORMASI GIZI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK) DALAM MENDUKUNG DETEKSI DINI STUNTING, WASTING DAN OBESITAS DI RA MANBAUL HUDA KOTA BANDUNG

Bandung, 22 Mei 2026 – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Telkom menggelar kegiatan yang berjudul “Implementasi Si-Genta (Sistem Informasi Gizi dan Tumbuh Kembang Anak) Dalam Mendukung Deteksi Dini Stunting, Wasting dan Obesitas di RA Manbaul Huda Kota Bandung”,  Jl. Cijawura Girang IV No. 9A, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta didik beserta guru.

Pada tahap implementasi program pengabdian masyarakat, tim telah melaksanakan kegiatan pengukuran antropometri yang meliputi tinggi badan dalam satuan sentimeter (cm) dan berat badan dalam satuan kilogram (kg) terhadap peserta didik di RA Persatuan Islam 69 Manbaul Huda. Pengukuran fisik ini dilakukan secara cermat dengan kepresisian hingga satu angka desimal sesuai dengan standar operasional medis guna menjaga validitas analisis.

Setelah data fisik didapatkan, tim langsung menginputkan data mentah tersebut beserta tanggal pengukuran aktual ke dalam modul pencatatan pada antarmuka aplikasi web Si-GENTA. Proses digitalisasi ini secara efektif memotong rantai pencatatan manual berbasis kertas; di mana sistem langsung mengeksekusi perhitungan Z-Score secara otomatis untuk mengklasifikasikan status gizi anak (seperti indikasi stunting, wasting, dan obesitas), sehingga pendokumentasian menjadi lebih terstruktur dan risiko kesalahan manusia (human error) dapat diminimalisasi secara signifikan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat lancar. Tim berhasil merekam profil tumbuh kembang secara menyeluruh, memastikan tidak ada satu pun data peserta didik di RA Persatuan Islam 69 Manbaul Huda yang luput dari proses pencatatan.

Kegiatan ini menghadirkan dosen Telkom University, yaitu Dr. Meta Kallista, S.Si., M.Si.Agustien Mulyantini, S.T., M.Eng, Muhammad Nasrun, S.Si., M.T.. Ketiganya turut berbagi wawasan dan solusi terhadap gizi dan tubuh kembang anak yang direkam dan dihitung berdasarkan perhitungan dari WHO. Mereka juga didampingi oleh mahasiswa Telkom University yang turut bekerja dalam pelaksanaan kegiatan yaitu Rangga Timotius, Muhammad Abil Khoiri, Wildan Janitra Ramadhan, Aufa Dzakiy, Richel Putria Anggraini.

Antusiasme hangat dari para peserta menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini diterima dengan sangat baik. Pihak mitra bahkan menaruh harapan besar agar langkah baik ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus bergulir melalui berbagai inisiatif baru yang sama-sama membawa dampak positif. Harapan ini tentunya lahir dari sebuah kesadaran bersama: bahwa para pendidik dan orang tua butuh untuk terus didampingi dan dibekali secara berkesinambungan, agar mereka semakin siap mengawal dan mendeteksi tumbuh kembang anak-anak sejak usia sedini mungkin.

Pada akhirnya, langkah pengabdian ini menjadi bukti bahwa Telkom University tidak hanya berdiri sebagai tempat belajar dan meneliti. Lebih dari itu, ada komitmen yang kuat untuk terus melangkah keluar kampus, menebar manfaat, dan menghadirkan karya nyata yang langsung menjawab tantangan masyarakat di lapangan.

Telkom University Gelar Workshop Pengembangan Web “Tani Maju” untuk Digitalisasi Pertanian Desa Sukamaju

Rabu, 12 November 2025 | Desa Cihanjaro, Kec. Cimaung, Kab. Bandung

Kelompok Keahlian SPICE – Program Studi Teknik Komputer

BANDUNG – Kelompok Keahlian SPICE Program Studi Teknik Komputer Telkom University menyelenggarakan workshop pengembangan aplikasi web “Tani Maju” sebagai upaya mendukung digitalisasi sektor pertanian di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat dengan skema desa binaan yang dihadiri oleh para petani, kelompok tani, dan perangkat desa setempat.

Latar Belakang

Desa Sukamaju yang dikenal sebagai lumbung padi dan sayur-mayur di wilayah Kabupaten Bandung masih menghadapi tantangan dalam hal digitalisasi pertanian. Para petani di desa ini umumnya masih kesulitan dalam mengelola data hasil pertanian, mengakses informasi harga pasar terkini, serta memasarkan produk mereka secara lebih luas.

Irwan, dosen perwakilan prodi yang hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa pengembangan aplikasi “Tani Maju” ini merupakan solusi untuk membantu petani dalam mengoptimalkan pengelolaan hasil pertanian mereka. “Dengan adanya aplikasi ini, kami berharap petani dapat lebih mandiri, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Irwan.

Fitur Unggulan Aplikasi “Tani Maju”

1. Informasi Harga Real-time

Petani dapat melihat harga hasil tani sesuai harga pasaran terbaru, membantu mereka menentukan strategi penjualan yang tepat.

2. Halaman Produk Desa Sukamaju

Menampilkan daftar hasil pertanian dengan informasi lengkap meliputi jenis komoditas, jumlah produksi, kualitas, dan ketersediaan produk.

3. Kontak Petani

Menyediakan informasi kontak langsung petani dan kelompok tani untuk memudahkan pembeli atau pihak yang ingin bekerja sama.

4. Pencatatan dan Analisis

Membantu petani dalam mencatat hasil panen dan menganalisis produktivitas berdasarkan data historis.

Pelaksanaan Workshop

Workshop yang berlangsung selama 2,5 jam di Aula Balai Desa Cihanjaro ini diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan petani dan perangkat desa. Kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep digitalisasi pertanian, dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan aplikasi “Tani Maju”, dan ditutup dengan sesi tanya jawab serta praktik langsung oleh peserta.

Berdasarkan survei kepuasan peserta, 90% peserta menyatakan sangat setuju bahwa materi kegiatan sesuai dengan kebutuhan mereka, dan 100% peserta berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang.

Para peserta mendapat modul pelatihan lengkap dan pendampingan langsung dari tim pengabdian masyarakat dalam mengoperasikan aplikasi. Asisten Laboratorium SEA juga turut membantu dalam pelaksanaan demo aplikasi agar peserta dapat lebih memahami fitur-fitur yang tersedia.

Dampak dan Keberlanjutan

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Desa Sukamaju. Dengan sistem pengelolaan yang lebih baik dan akses informasi yang lebih luas, para petani dapat mengoptimalkan hasil tani mereka, meningkatkan kesejahteraan, serta berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

Aplikasi “Tani Maju” bukan hanya sekadar alat bantu, melainkan juga menjadi katalisator untuk peningkatan kualitas pengelolaan hasil pertanian, pemberdayaan komunitas pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani di Desa Sukamaju.

Kedepannya, pihak mitra dapat terus memanfaatkan aplikasi yang dikembangkan untuk menampilkan informasi harga dan kontak dalam mengelola usaha mereka. Selain itu, mitra juga dapat memberikan umpan balik untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Dokumentasi Kegiatan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta. Tim pengabdian masyarakat dari Telkom University yang terdiri dari dosen dan mahasiswa memberikan pendampingan penuh kepada para petani dalam memahami dan menggunakan aplikasi “Tani Maju”.

Informasi Lebih Lanjut:

Website Aplikasi: tanimaju.online

Kontak: Kelompok Keahlian SPICE, Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik Elektro, Telkom University

Catatan: Kegiatan ini merupakan bagian dari Roadmap KK SPICE 2025 dalam topik utama teknologi informasi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

[Abdimas] PEMBERI PAKAN OTOMATIS BERBASIS IOT UNTUK PENUNJANG BUDIDAYA IKAN NILA DI LINGKUNGAN PESANTREN AL AZIZ SUMEDANG

Pada tanggal 19 Juni 2025, tim dosen Prodi S1 Teknik Komputer yang terdiri atas Yudha Purwanto, M. Faris Ruriawan, dan I Kadek Nuary Trisnawan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di Pesantren Al Aziz Cijambu Al Islamy, Sumedang, Jawa Barat. 

Gambar 1. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pesantren Al Aziz Cijambu Al Islamy, Sumedang.

Kegiatan ini adalah pembuatan dan instalasi sistem pemberian pakan ikan  otomatis skala rumah berbasis IoT melibatkan penggunaan teknologi Arduino dan Blynk Cloud untuk mempermudah proses pemberian pakan. Sistem ini dioperasikan melalui smartphone dengan aplikasi Blynk, yang memungkinkan pengguna mengontrol dan memonitor pemberian pakan ikan  secara efisien. Dengan bantuan modul RTC (Real-time Clock), pemberian pakan ikan  dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang diinginkan. Selain itu, Blynk Cloud memungkinkan pemantauan tingkat ketersediaan pakan secara real-time, sehingga pengguna dapat mengetahui apakah pakan ikan masih tersedia atau sudah menipis langsung dari aplikasi.

Gambar 2. Kolam yang Digunakan untuk Alat Pemberi Pakan Otomatis.

Gambar 3. Skema Perangkat.

Kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas Double Cabin Indonesia dalam pengangkutan barang ke lokasi. Lokasi pesantren yang susah dijangkau membutuhkan alat transportasi khusus untuk bisa mencapai lokasi. Tugas dan tanggung jawab DCAB-ID Bandung sebagai mitra penyelenggara adalah:

-Menyediakan angkutan double cabin 4×4 untuk mengangkut logistik ke lokasi.

-Memperbaiki masjid pesantren.

Program pengabdian masyarakat ini merupakan tahap awal dari roadmap pengabdian masyarakat yang KK SPICE kembangkan, khususnya pada bidang Computer Engineering jalur AI, IoT, Blockchain dan Digital Twin. Dalam hal ini, bidang ketahanan pangan bagi masyarkat tidak mampu menjadi salah satu focus bidang pengabdian masyarakat dari Kelompok Keahlian SPICE. Pengabdian masyarakat ini juga nantinya akan dikembangkan dalam system smart pesantren yang didalamnya akan mengintegrasikan sistem penyelenggaraan pendidikan, ketahanan pangan dan sarana prasarana pesantren dalam suatu system. Bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan pihak eksternal untuk meningkatkan sisi ekonomi, sosial, budaya dan spiritual.

Pengabdian Masyarakat Telkom University: Implementasi Sistem Pemantau Kecepatan Kendaraan Berbasis Kamera

Bandung, 28 Juni 2025 – Tim pengabdian masyarakat dari Telkom University menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Implementasi Sistem Pemantau Kecepatan Kendaraan Berbasis Kamera Di Lingkungan Rt 05 Rw 24 Baleendah, Kabupaten Bandung ”di Komplek Mekarsari Endah, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah Endah, berjarak 500 meter dari sungai Citarum dan sekitar 5 km dari Universitas Telkom. Warga RT 05 RW 24 terdiri dari 52 rumah tangga, dengan sebagian besar kepala keluarga merupakan pegawai / pekerja aktif. Berikut adalah denah wilayah RT 05 RW 24.    

Dalam kegiatan ini, Tim mengenalkan sistem yang telah dibangun. Sistem akan mendeteksi kendaraan yang melintas di area yang telah ditentukan untuk pemantauan, seperti jalan perumahan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap pelanggaran kecepatan. Setelah data kecepatan kendaraan dikumpulkan, analisis dilakukan untuk memeriksa apakah kendaraan tersebut melanggar batas kecepatan yang telah ditentukan. Proses ini termasuk mengidentifikasi kendaraan yang melanggar batas dan memberikan informasi yang diperlukan kepada pihak berwenang atau masyarakat. Informasi yang diberikan ke pihak berwenang berupa: Kecepatan kendaraan saat itu, nomor plat, waktu pelanggaran kendaraan dan gambar kendaraan yang melanggar. 

Sosialisasi ini menghadirkan dosen Telkom University, yaitu Ir. Burhanuddin Dirgantoro, M.T., Dr. Irwan, dan Rifqi Muhammad Fikri, S.T., M.Sc.Eng. Ketiganya turut berbagi wawasan dan pengalaman mengenai potensi dan pemanfaatan teknologi pada sektor keamanan masyarakat. Tim juga didampingi oleh mahasiswa Telkom University yang turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan, yaitu Augryes Farha, Daanish Abdul, dan Triwardana Tegar.Kegiatan diawali dengan demonstrasi sistem di jalan, dengan simulasi ketika kendaraan bermotor melewati daerah simulasi. Saat demostrasi dilakukan sistem dapat merekam dan mendeteksi untuk tiga tipe objek yaitu: manusia, motor, dan mobil. Warga pun cukup antusias untuk mencoba mengendarai sepeda motornya melewati kamera agar dapat terekam dan terukur kecepatan kendaraan motornya. Sistem pun dapat memfoto, memberikan peringatan, serta mengirim pesan ke telegram yang akan di simpan di server sebagai barang bukti jika pihak warga dapat memberikan informasi ke pihak berwenang.

Selain itu, warga juga memberikan banyak tanggapan dimulai dari apresiasi dari warga dan harapan dalam pemanfaatan teknologi keteknikan komputer di RT 05 RW 24 untuk kedepanya. Salah satu saran dari warga adalah pemasangan sistem serupa di dekat pintu gerbang komplek yang notabene banyak jumlah kendaraan bermotor yang lalu lalang. Warga juga berharap kedepanya pemanfaatan teknologi dapat mengurangi keresahan-keresahan lainya seperti kendaraan yang terlalu bising, berasap, dll.

Abdimas 2024 – aplikasi TaniMaju

Pada tanggal 16 Oktober 2024, tim SEA Laboratory dari Program Studi S1 Teknik Komputer Telkom University melaksanakan pengabdian masyarakat di Aula Kantor Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh para petani Desa Sukamaju dan pemuda karang taruna setempat, dengan fokus pada peluncuran aplikasi manajemen hasil panen berbasis web yang bernama TaniMaju. Aplikasi ini dikembangkan selama hampir tiga bulan dan dirancang untuk membantu petani dalam memonitor, mendokumentasikan, dan mencatat hasil panen mereka secara efisien.

TaniMaju dilengkapi dengan fitur blog terintegrasi yang memungkinkan petani untuk mempromosikan hasil panen mereka secara online, sehingga meningkatkan akses pasar dan potensi pendapatan. Dengan aplikasi ini, para petani dapat mencatat dan menganalisis data panen mereka baik secara individu, kelompok, maupun sebagai satu desa. Data yang terkumpul kemudian diolah menjadi tabel dan grafik, memudahkan analisis perkembangan dan pasar bagi para petani.

Melalui kolaborasi antara SEA Laboratory, HMTK, dan Desa Sukamaju, TaniMaju hadir sebagai solusi digital yang memenuhi kebutuhan petani. Keahlian tim dalam bidang rekayasa perangkat lunak berperan penting dalam pembangunan platform ini, yang tidak hanya mengintegrasikan data pertanian tetapi juga menyediakan visualisasi data yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan.

Antusiasme peserta sangat tinggi selama pelatihan penggunaan aplikasi TaniMaju. Para petani dan pemuda karang taruna aktif berpartisipasi dan menerima bimbingan teknis dari tim SEA Laboratory, memastikan pemahaman yang optimal. Keberhasilan pelatihan ini menandai langkah awal menuju peningkatan produktivitas pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Sukamaju, serta diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas setempat.